Sertijab Ketua Bidang Pendidikan DWP KBRI/PTRI Wina

Pada tanggal 8 Januari 2013 telah dilaksakan serah terima jabatan ketua bidang pendidikan Ny. Tati Irawan kepada Ny. Yami Suparno. Acara sertijab dilaksanakan di tengah-tengah rapat pengurus yang rutin diselenggarakan minggu kedua setiap bulan.

image

image

Dedikasi Ny. Tati Irawan selama menjadi ketua bidang pendidikan tentu saja membawa manfaat besar bagi kemajuan Dharma Wanita Persatuan KBRI/PTRI Wina. Kini tugas selanjutnya akan diemban oleh Ny. Yami Suparno yang juga telah memiliki segudang pengalaman dan ilmu.

image

image

Semoga program bidang pendidikan yang telah disusun akan membawa sejuta manfaat bagi para pengurus dan anggota DWP KBRI/PTRI Wina. Maju dan tetaplah bersemangat!!!

Advertisements
| Leave a comment

Lomba Karaoke HUT DWP ke-13

Dalam rangka memperingati HUT DWP ke -13, selain dilaksanakan upacara juga diselenggarakan lomba karaoke yang dibagi dalam tiga kategori, yaitu kategori duet pasangan suami istri, duet pasangan teman, dan single.

image

Lagu yang dipilih oleh para peserta sangat beraneka ragam. Mulai dari genre pop, slow rock, ballad, dangdut hingga campur sari.

image

Suasana lomba sangat meriah karena masing-masing peserta menampilkan yang terbaik. Bukan hanya kualitas suara yang dinilai, namun juga gaya panggung dan keluwesan dari para peserta lomba.

image

Senyum indah pun menghiasi wajah para pemenang lomba. Dalam hal ini bukan kalah menang yang menjadi tujuan utama. Namun, kebersamaan dan kehangatan suasana lah yang menjadikan acara ini lebih berarti dan berkesan di hati.

| Leave a comment

2012 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2012 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

600 people reached the top of Mt. Everest in 2012. This blog got about 12,000 views in 2012. If every person who reached the top of Mt. Everest viewed this blog, it would have taken 20 years to get that many views.

Click here to see the complete report.

| Leave a comment

Kebersamaan dalam Peringatan Hari Ibu dan HUT DWP ke-13

Hidup merantau di negeri asing tak membuat masyarakat Indonesia melupakan hari bersejarah yang rutin diperingati rakyat Indonesia. Hal ini terwujud nyata dalam semangat masyarakat Indonesia di Wina Austria khususnya para ibu dalam memperingati Hari Ibu dan HUT Dharma Wanita Persatuan yang rutin dilaksanakan pada Bulan Desember.
image

image
image

Makna Hari Ibu sebenarnya bukan terletak pada pribadi seorang ibu semata, namun Hari Ibu mempunyai arti penting bagi para wanita Indonesia karena hari tersebut menjadi tonggak kebangkitan emansipasi wanita Indonesia. Wanita Indonesia diharapkan mampu untuk berjuang sebagai mitra sejajar pria untuk aktif berperan serta demi kemajuan bangsa dan negara.
image

image

image

Selain memperingati Hari Ibu, diperingati pula Hari HUT Dharma Wanita Persatuan yang ke-13. Tema yang diusung kali ini adalah Optimalisasi Pencapaian Pelaksanaan Program Kerja Melalui Suksesnya Program Unggulan DWP. Peran serta para anggota DWP sebagai istri PNS pada umumnya sangat memberi arti tersendiri, khususnya DWP Kementerian Luar Negeri yang mendampingi suami selama dinas di negara akreditasi. Di sinilah DWP diharapkan bisa bersinergi sebagai mitra kerja sama KBRI dalam mempresentasikan Indonesia lewat program unggulannya.
image

image

image
image

Upacara peringatan Hari Ibu dan HUT DWP yang dilaksanakan di Ruang Nusantara KBRI/PTRI Wina berjalan cukup khidmat dan memberikan kesan khusus bagi para pesertanya. Tetap maju dan bersemangatlah para wanita Indonesia beserta Dharma Wanita Persatuan!

| Leave a comment

Bedah Buku Istana Kedua Bersama Asma Nadia

Setelah tahun lalu hadir dengan topik tentang seputar dunia penulisan, kini penulis muda berbakat Indonesia, Asma Nadia kembali hadir di Wina untuk menyajikan bedah buku “Istana Kedua”

image

Acara ini digelar di Ruang Nusantara KBRI/PTRI Wina pada tanggal 6 Desember 2012. Buku Istana Kedua ini secara garis besar berkisah tentang seputar kehidupan rumah tangga dan poligami. Wow, poligami. Ya, topik ini selalu menarik untuk diperbincangkan. Para peserta mengikuti rangkaian acara ini dengan antusias.

image

image

Asma Nadia mampu untuk menyajikan topik seputar poligami dengan kemasan yang ringan dan menarik. Lewat Buku Istana Kedua ini seolah ada pesan tersirat bahwa pernikahan yang indah bagaikan dongeng pun tak luput dari riak-riak kehidupan bahkan poligami. Buku ini secara tidak langsung mengajak para wanita untuk memiliki solidaritas antar sesama wanita, bahwa janganlah para wanita berbahagia di atas penderitaan wanita lain. Sungguh sangat menarik.

image

Sesi tanya jawab menjadi bagian yang menarik karena banyak peserta yang penasaran dan ingin bertanya serta berbagi cerita seputar cinta, dinamika rumah tangga dan poligami. Lewat acara bedah buku ini ada satu segmen yaitu Lelang Buku Istana Kedua. Lelang buku ini sangat meriah. Para peserta sangat antusias dan berminat untuk memiliki buku tersebut sekaligus sebagai ajang charity. Ada tiga buah buku yang dilelang dan hasilnya akan disumbangkan untuk mendirikan perpustakaan kaum dhuafa. Acara bedah buku ini dan ditutup dengan segmen ramah tamah yang membuat suasana menjadi tambah hangat. Terimakasih Asma Nadia. Semoga bisa kembali bertemu di lain kesempatan dengan tema yang juga tak kalah menariknya.

| Leave a comment

Indonesia Berkibar di UNWG International Bazaar 2012

Bazaar Internasional UNWG kembali digelar pada tanggal 1 Desember 2012. Lebih dari 70 negara ikut berperan serta dalam meramaikan acara bertajuk charity tersebut. Berbagai stand handycraft dan kuliner berjajar rapi di dalam gedung Austria Center. Indonesia pun tak mau kalah untuk ikut tampil mempromosikan kuliner dan barang handycraft-nya.

image

image

image

Indonesian National Stall menghadirkan bermacam barang handycraft mulai dari baju batik, kain batik, syal batik, tas batik, hiasan wayang cantik, gantungan kunci etnik, asesoris wanita serta pernak-pernik lainnya. Dekorasi Stand Indonesia yang dilengkapi dengan skriting kain bercorak bali, payung dan penjor sungguh cantik dan menawan, serta menarik minat para pengunjung untuk datang ke Indonesian National Stall. Batik telah melekat begitu erat dengan Indonesia. Syal dan baju terutama daster batik sangat diminati oleh pengunjung bazaar. Para penjaga National Stall sangat interaktif dan komunikatif sehingga banyak pengunjung yang tidak sekedar datang melihat-lihat, namun juga membeli barang yang ditawarkan. Makin banyak para pembeli yang datang, maka makin banyak pula pundi-pundi yang dikumpulkan untuk disumbangkan.

image

image

image

Selain National Stall, Indonesia juga menampilkan sajian kuliner-nya di Restaurant Stall. Aneka makanan seperti mie goreng, nasi goreng, sate ayam, rendang daging, serta snack berupa pastel, tahu isi, panada, lumpia, tahu tepung, dadar gulung dan cake pisang tersaji lengkap dengan minumannya. Letak stand yang strategis memberikan keuntungan tersendiri bagi Indonesia, ditambah dengan dekorasi yang tak kalah cantik dan meriah. Sejak resmi dibuka, stand Indonesia langsung ramai dan menjadi tujuan para pengunjung bazaar di bagian kuliner. Tak sedikit dari para pengunjung yang datang khusus untuk memborong rendang, sate ayam dan dadar gulung. Ini menjadi bukti bahwa masakan Indonesia memiliki cita rasa yang khas dan sesuai dengan lidah internasional. Kehadiran stand Indonesia yang selalu ditunggu-tunggu menjadi bukti bahwa Indonesia mendapatkan tempat di hati masyarakat internasional. Semoga Indonesia kembali dapat memeriahkan bazaar internasional UNWG tahun depan. Jayalah Indonesiaku!

| Leave a comment

Wina vs Wonosobo

WINA  VS WONOSOBO
Posted by Yami  Suparno

Aku sedang terkagum-kagum memandangi kota Wina yang cantik dari atas bukit,  tepatnya dari Kahlenberg (bukit Kahlen)  sore itu , ketika suamiku tiba-tiba berkata : “pulang yuk !”. “Hah….pulang? koq  pulang ?” jawabku tidak beranjak,   terus saja berdiri menikmati indahnya hamparan pohon  anggur yang ditata apik oleh sipemiliknya.  Kulihat beberapa rumah dan gedung sudah ada yang mulai meyalakan lampu-lampunya, menambah indahnya pemandangan sore itu.

image

Jalanan berkelok-kelok. Wina memang cantik, pikirku.  “ Enakan di Wonosobo akh, ada yang kurang disini…..” kata suamiku lagi sambil tersenyum-senyum. Masih heran dengan senyumnya, kupaksa otakku mencari-cari  file tentang  Wonosobo. Yaa  setahun yang lalu kami berlima, aku, suami dan ketiga anakku duduk-duduk disebuah warung  diatas bukit didaerah Wonosobo. Tidak ada  yang berkata-kata  saat itu, hening….,  angin… dingin…. sambil menikmati jagung bakar….yaa sambil memegang jagung  bakar ditangan masing2, mata kami terpaku dan terpana… menatap  indahnya pemandangan gunung Dieng  di sore  hari.  Kabut tebal perlahan-lahan menyelimuti gunung, matahari yang telah menyelesaikan tugas seharian, perlahan-lahan  beranjak seakan say good bye pada dunia….,  sementara diseberangnya gunung kembar Sindoro dan Sumbing  berdiri anggun dan mempesona, membuat lukisan alam itu tampak amat sempurna . Subhanallah….., luar biasa indahnya bumi Allah yang satu ini, luar biasa sebenarnya indahnya negeri ku tercinta….Indonesia…..

image

“Sudah ingat apa yang kurang disini?” Tanya suamiku. “Haa…haa haa….” Jawabku. “ Yah  disini cantik, udaranya bersih, sepi, dingin, mengingatkan kita di puncak Wonosobo tapi disini  gak ada jagung bakar kesukaan suami, gak ada bakso panas yang harum dengan asapnya yang mengepul-ngepul keudara, gak ada uli bakar, mie tek-tek, wedang jahe, sakoteng, bubur ayam, maranggi……”akh orang sini kurang kreatif…..ayuk pulang”……..haa…haa haa….

| Leave a comment